Lutfita Intan Maya
Saputri. Bagiku, nama ini adalah nama paling indah yang telah diberikan oleh kedua
orang tuaku tersayang. Meski terdengar terlalu panjang dan berboros-boros kata
tapi nama ini penuh makna. Dulu aku pernah bertanya pada Ibu ku tentang arti
nama tersebut. Lutfita adalah nama yang diberikan untuk ku, Intan artinya
permata, Maya bermakna tidak diketahui datangnya karena saat itu Ibu tidak tahu
waktu usiaku sudah 3 bulan dalam kandungan, dan Saputri karena aku adalah
seorang wanita. Keluargaku biasa memanggilku Putri, sementara di sekolah aku
lebih sering dipanggil Lutfita.
Aku
terlahir 20 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 3 Mei 1993. Gak disangka ya
sudah selama itu aku hidup di dunia yang penuh tantangan, keseruan, kekonyolan,
dan liku-liku kehidupan ini. Dua puluh tahun lalu ibuku melahirkan ku setelah
sebelumnya tanggal 13 September 1991 dia melahirkan kakakku. Kami lahir di
Rumah bersalin yang sama yaitu di Rumah Bersalin Fauziah yang terletak di kelurahan
Kutoanyar Kabupaten Tulungagung. Aku lahir pada hari Senin pagi menjelang subuh
kira-kira jam 3 pagi dengan normal dan sehat.
Bapakku bernama Rohmat
Djunaedi dan Ibuku Wiji Astutik. Anggota keluarga yang lain adalah kakakku
bernama Mohammad Awang Hadi Saputra. Nama kami memang dibuat hampir mirip. Aku
sering memanggilnya MAS AWANG. Awalnya orang tuaku tinggal de Kelurahan Tertek
bersama kakek nenekku. Tapi setelah aku lahir, kami pindah dan tinggal menetap
di sebuah rumah sederhana di Desa Tunggulsari Kec.Kedungwaru. Bagiku
Tunggulsari adalah sebuah desa yang sangat tentram, nyaman, damai dan penuh
kenangan.
Bapakku seorang pembuat perhiasan
atau orang-orang biasa memanggilnya sebagai buruh kemasan yang bekerja pada salah
satu bos di daerah asalnya, Kelurahan Tertek. Sementara Ibu bekerja sebagai
seorang penjahit sarung bantal pada bos di daerah Karangwaru. Kini, bapak tidak
lagi bekerja di kemasan dan ibu juga tidak lagi bekerja sebagai penjahit sarung
bantal. Mereka bekerja sebagai penjahit seragam sekolah dan memiliki beberapa
pegawai. Selain itu mereka juga memulai bisnis sebagai petani ikan. Mereka adalah
orang tua yang selalu bekerja keras demi anak-anaknya. Meraka yang merawatku
dari kecil hingga sebesar ini. Menyekolahkan aku dari kecil hingga kini aku
duduk di bangku kuliah dan merupakan “SUPERHERO” paling baik, paling perhatian
yang pernah aku temui di dunia
Tentang
perjalanan hidupku, masa kecil aku lalui dengan sangat menyenangkan. Sejak
kecil aku dibesarkan bersama kakakku. Jarak usia kami tidak terlalu jauh
sehingga aku bisa menganggapnya sebagai kakak maupun teman bermain. Ada pula
seorang paman yang usianya hamper sama dengan kami. Namanya Arif. Dia jadi
saudara, teman bermain, tetangga, dan keluarga yang paling dekat dengan aku dan
keluargaku saat aku masih kecil. Kemana-mana kita bertiga. Hingga kini dia
bekerja di Kalimantan kamipun masih sering berhubungan dan bercerita tentang
kegiatan kami.
Saat itu di desaku
jarang ada anak wanita seusiaku. Hampir semua anak-anak seusiaku adalah
laki-laki. Sehingga aku slalu bermain dengan anak laki-laki. Kemanapun kakak ku
pergi aku selalu ikut dengannya. Permainan yang kami mainkan masih sangat
sederhana seperti kelereng, petak umpet, sepak bola, layang-layang dan masih
banyak lagi permaian tradisional lainnya. Teman-teman mainku saat itu Hartono, Riska,
Vendik, Yudi, Doni, Nopen, Sony, Tio, Angga, Geo dan masih banyak lagi.
Mendekati
usia 5 tahun ibuku menyekolahkan aku di salah satu Taman Kanak-Kanak di
kelurahan Kepatihan tepatnya di TK PSM yang kurang lebih berjarak 3 km dari
rumahku. Aku masih ingat ketika awal pendaftaran aku dibonceng ibu dengan sepeda
dan pada saat pulang kakiku terjepit pada roda sepeda. Saat itu aku menangis
karena sepatu baruku rusak. Ketika TK aku slalu diantar Bapak dengan motor
Vespa kesayangannya dengan setumpuk jahitan dan aku duduk diatas jahitan. Lucu
sekali bila mengingat masa itu. Di masa TK aku mulai mengenal teman dari
beberapa daerah. Teman dekatku waktu itu bernama Nur. Anaknya kecil dengan
rambut yang selalu dipotong pendek. Ibuku dan ibunya sangat dekat. Kita sering
bermain bersama dan pulang bersama. Rumahnya tidak jauh dari rumahku.
Yang paling ku
ingat ketika masa TK adalah saat aku selalu terlambat masuk sekolah. Waktu itu
kelas dimulai jam 8 pagi sementara aku selalu datang jam 8 lebih. Aku lebih
memilih untuk melanjutkan melihat kartun Doraemon dari pada bergegas mandi dan
bersiap berangkat ke sekolah. Dan gara-gara kartun doraemon ibuku selalu
marah-marah padaku tiap pagi.
TK
dilalui selama 2 tahun, 1 tahun untuk kelas nol kecil dan 1 tahun lagi untuk kelas
nol besar. Selanjutnya aku melanjutkan SD di SDN Kepatihan 03 yang letaknya
tidak jauh dari TK ku. Teman-teman TK ku sebagaian besar melajutkan di SD ini
sehingga banyak yang sudah aku kenal, namun ada juga teman-teman baru yang
sebagian besar berasal dari daerah sekitar SDku. Masa SD aku lalui selama 6 tahun
dengan sangat menyenangkan. Meskipun tidak banyak kejadian yanag bisa diceritakan
karena hampir selalu berjalan sama setiap harinya hingga musim-musim mendekati
UAN tiba. Selama kelas 6 aku mengikuti banyak dan sering berganti-ganti bimbingan
belajar. Pada semester 1 aku mengikuti bimbel di KREATIF, sementara semester
berikutnya aku pindah bimbel di rumah Pak.Was salah satu guru di SD faforit di
Tulungagung. Dari seringnya berpindah-pindah bimbel tersebut membuatku punya
lebih banyak teman dan kenalan yang ternyata menjadi temanku di masa-masa
selanjutnya. Selain itu dengan dukungan beberapa bimbel, doa orang tua, guru,
teman-teman dan usaha yang keras akhirnya SDku bisa lulus 100% dan aku
memperoleh nilai terbaik ke dua saat itu hingga aku bisa masuk SMP faforit di
kotaku.
Dengan
nilai UAN yang aku peroleh tersebut aku mencoba untuk daftar di SMP terkemuka
di Tulungagung yaitu SMP 1 Tulungagung. Hingga kini aku masih bangga menjadi alumni
SMP tersebut. Tiga tahun di SMP tersebut aku lalui dengan sangat menyenangkan
dan banyak hal yang merubah aku dari anak biasa menjadi anak luarbiasa. Hehehehe…
Aku banyak mengenal teman-teman baru dari segala daerah di Tulungagun,
teman-teman dari berbagai golongan, dan tentunya teman-teman yang pintar.
Semangat mereka untuk sekolah sangat tinggi. Ada seorang temanku bernama
Dewinda yang rela mengayuh sepeda dari Kecamatan Ngantru hingga SMP ku yang
letaknya di tengah kota dengan jarak kira-kira 10 km dari rumahnya, serta masih
banyak lagi perjuangan teman-teman ku yang kadang membuat aku bersyukur dengan
kondisiku saat itu.
Pertama masuk SMP
rasanya sangat berbeda. Saat itu tidak banyak orang yang aku kenal. Hanya ada
satu teman SD ku yang mendaftar bersamaku bernama Nisaul. Tapi akhirnya kita
terpisah karen aku masuk kelas 7A sementara dia masuk kelas 7B. Masa-masa
orientasi selalu aku lalui dengan dia. Namun setelah pelajaran aktif beberapa
minggu aku mulai mengenal teman-teman kelasku. Waktu itu aku duduk sebangku
dengan Rindy yang hingga kini tetap menjadi sahabatku. Setelah Rindy aku juga
mulai dekat dengan Dewinda yang juga menjadi sahabatku. Kelas 7 SMP dilalui
selama satu tahun dengan sangat menyenangkan dan mengesankan.

Masuk kelas 8 aku
mulai dekat dengan teman-teman lain yang lebih luas dan akhirnya kami membentuk
suatu perkumpulan yang kala itu lebih dikenal dengan julukan UpLukhuTux the
genk. Anggotanya sepuluh orang yaitu Aku, Rindy, Winda, Fitri, Laras, Ony,
Andres, Khusnul, Fita dan Fenny. Kami sering kumpul bareng tiap pulang sekolah
atau janjian main bareng tiap hari minggu. Di kelas 9 kami tetap bersama di
kelas yang sama karena ternyata pada angkatan kami tidak diadakan roaling class sehingga kami tetap
bersama teman kami sejak kelas 7. Hal yang paling mengesankan selama SMP adalah
ketika aku masuk ekstra Pramuka. Awal masuk aku sudah mulai senang dengan
ekstrakulikuler yang memiliki banyak prestasi ini. Selain itu aku juga pernah terpilih
untuk mewakili sekolah dalam kejuaraan catur tingkat SMP walau tidak menjadi
juara. Hal ini karena aku dan Rindy punya hobi yang sama yaitu bermain catur
hingga Fitri mendaftarkan kami untuk mengikuti seleksi dan akhirnya kami lolos.
Lulus dari SMP aku melanjutkan sekolah
di SMK. Tepatnya SMK 2 Boyolangu dengan jurusan Tata Busana. Meski awalnya
orang tuaku sempat melarang tapi aku tetap bersikeras untuk masuk jurusan itu
karena aku menyukai dunai busana sejak kecil. Dari dulu aku sering mendesain
baju-baju lebaranku sendiri dan mengumpulkan majalah-majalah busana. Hingga
dengan usaha yang cukup melelahkan akhirnya ibuku mengijinkanku untuk masuk
pada jurusan Tata Busana dan aku berjanji untuk membanggakan ibuku walau aku
hanya masuk jurusan yang biasa saja.

Selama di SMK aku
mengenal banyak teman baru yang hampir seluruhnya adalah wanita. Maklum saja
karena di SMK 2 Boyolangu adalah SMK yang bergerak dalam bidang pariwisata
dengn program keahlian Tata Busana, Tata Boga, Kecantikan dan Perhotelan. Tapi
dari teman-teman inilah aku memiliki banyak tambahan teman. Tiga tahun di SMK
selalu aku lalui bersama teman-teman seperjuanganku. Sahabat-sahabatku seperti
Shella, Iis, Pamela, Ujik, Ika, Rina, Lilis, Risky, Triwahyuni, Lusi dan masih
banyak lainnya. Kami tergabung dalam satu kelas yaitu kelas Busana Butik 3.
Kami sering main bareng tiap pulang sekolah, sering kumpul-kumpul, sering bolos
bareng, jajan bareng, pulang bareng dan masih banyak lagi jenis kenakalan yang
biasa dilakukan anak-anak seusia SMA lainnya. Hal paling parah yang pernah kita
lakukan adalah ketika kita berdemo pada kepala sekolah yang kami kira melakukan
korupsi, demo pada biaya sekolah yang mahal dan masih banyak lagi lainnya. Dan
hingga kini aku dan teman-teman masih sering tertawa bersama mengenang kejadian
tersebut. Apalagi aku yang selalu dijuluki sebagai “anak singa”.
Tidak ada banyak
kendala selama aku sekolah di SMK. Sebagian teman-temanku tidak melanjukan
sekolah setelah kelas 10 dengan alasan terlau banyak praktek yang mereka tidak
bisa melakukan. Sementara aku memiliki keinginan. Pada saat itu ake sempat karena orang tuaku memang seorang penjahit
sejak dulu. Sehingga aku memiliki modal alat yang lebih lengkap dan pengetahuan
yang lebih beragam dibandingkan dengan teman-teman sehingga aku sering mendapat
nilai bagus di SMK. Hingga akhirnya aku mendapat peringkat yang baik ketika
kelulusan yaitu nilai terbaik untuk ujian praktek dan nilai terbaik UN dan aku
sudah membuktikan pada orang tuaku kalau aku bisa membanggakan mereka.
Masa SMK ku tidak
hanya aku habiskan dengan teman-teman satu SMK ku saja. Di SMK aku juga aktif
dalam ekstra Pramuka. Ektra Pramuka membuat masa SMK ku lebih berwarna. Aku
mengenal arti pertemanan yang sebenarnya, arti kehidupan, kebersamaan,
kekeluargaan, dan banyak lagi pelajaran yang aku peroleh dari kegiatan-kegiatan
pramuka yang aku ikuti. Dan tentunya banyak kenangan bersama teman-teman dan
sahabat-sahabatku.
Dalam
ekstra pramuka setiap tahunnya banyak program kerja yang kami laksanakan.
Program kerja tersebut seperti MOG, Buka Bersama, penempuhan badge ambalan,
perkemahan wisata, Wide game, Mustegak, dan beberapa kegiatan lain. Dari
beberapa program kerja tersebut ada 3 proker yang dilakukan secara gabungan
dengan SMK 3 Boyolangu yaitu Perkemahan Wisata (PERMATA), buka bersama dan Wide
Game.
Banyak
hal yang baru yang aku dapat dari ekstra pramuka ini. Pada kelas 10 aku mulai
ikut pramuka dengan alas an ingin melanjutkan apa yang aku peroleh dari Pramuka
di SMP ku dulu. Dari itu aku mengenal banyak teman yang sekarang menjadi teman
dekatku. Mereka Devi atau yang sering aku panggil Mamenk,teman dari jurusan
kecantikan rambut yang sekarang kuliah di UNESA, Lia Chik yang sekarang jadi
teman satu kost dan teman seperjuangan ku selama di Malang, Farida teman dari
jurusan Jasa Boga yang yang paling pinter masak diantara kami, Sofi, Risky dan
masih banyak lagi lainnya.

Ditambah
pengalaman mengikuti kegiatan Pramuka dengan teman-teman ekstra Pramuka dari
SMK 3 yang lebih sering disebut FILA. Awal mengenalmereka pada kegiatan buka
bersama gabungan pada kelas 10 dimana aku menjadi peserta. Gak banyak yang aku
lakukan saat itu. Lalu kegiatan selanjutnya sebagai peserta Wide Game gabungan
yang diadakan sehari semalam bertempat di lapangan SMK3. Peserta datang pukul 3
dilanjutkan kegiatan perekalan dan beberapa kegiatan lain. Hari berikutnya
tepatnya hari minggu kami digabungkan menjadi 5 kelompok. Reguku Golf dengan
ketua bernama Anggi atau teman-teman memangginya dengan julukan “Kancil” yang
bersala dari FILA dan anggota Azizatul, Mamenk, dan beberapa teman lain. Kami
melakukan perjalanan penuh petualangan. Seru….. main di sawah, renang di
sungai. Pada tahun berikutnya diadakan reorganisai gugus depan (Mustegak)
dimana aku terpilih sebagai kerani II. Lalu kami menjadi panitia tiap
kagiatan-kegiatan Pramuka selama 1 tahun kedepan.
Selama
menjadi panitia kegiatan banyak hal yang aku dapatkan. Terutama pada panitia
kegiatan gabungan Permata dan Wide game. Permata tahun 2011 diadakan di
Kec.Tanggung gunung selama 4 hari 3 malam. Selama disana aku merasa punya
banyak teman yang menyenangkan. Kita menghabiskan hari-hari bersama, makan bareng,
berpetualang, jalan-jalan, mendaki gunung lewati lembah dan berbagai hal yang
menyenangkan lainnya. Hingga malam terakhir tiba dan kita menangis bersama
disamping api unggun dan menjadikan ini semua sebagai kenangan yang tidak dapat
dilupakan. Kegiatan gabungan yang lain yaitu Wide game yang diadakan di
Ds.Junjung, Boyolangu. Kegiatan dilakukan dengan perkemahan sehari semalam yang
dilanjutkan dengan kegiatan jelasah dan permainan. Pramuka mengajarka aku
banyak hal dan mengenalkan aku dengan orang-orang hebat yang kini menjadi teman
dekatku. Bahkan kini setelah aku lulus dari SMK kita masih sering berhubungan
dan mengadakan kegiatan tiap tahunnya.
Lulus dari SMK aku berniat
melanjutkan kuliah. Awalnya aku ingin sekali meneruskan pendidikan ke UNESA.
Namun SNMPTN undanganku memaksaku untuk menerima kenyataan bahka aku harus
kuliah di Malang tepatnya di UM pada Jurusan Teknologi Industri. Awalnya aku
sempat kecewa tapi akhirnya aku kuatkan diri untuk tetap melanjutkan kuliah
dimanapun tempatnya demi masa depanku. Di bangku oerkuliahan temanku bertambah
dariseluruh penjuru Indonesia. Ada yang dari Bandung, Madura, Pekalongan,
bahkan yang dekat dengan Tulungagung sekalipun yaitu Blitar dan Trenggalek.
Kami berkumpul di dalam Offering B S1 pendidikan Tata Busana. Aku mulai belajar
hidup jauh dari orang tua, hidup mandiri dan belajar tentang kedewasaan hingga
kini aku menjadi mahasiswa semester 3. Aku berharap nanti bias lulus tepat
waktu dan memperoleh pekejaan yang aku harapkan sebagai guru ataupun designer
serta nanti mampu membahagiakan dan membalas kebaikan orang tuaku. Amin..
Inilah perjalanan
hidupku yang bagiku sangat menyenangkan. Meski sering juga merasa sedih dengan
sulitnya hidup tapi banyak orang, teman, keluarga yang menguatkan. Perjalanan
hidup adalah sebuah pelajaran yang tidak ternilaiharganya. Terimaksih untuk
seluruh teman, keluarga, sahabat, lawan yang sudah membuat hidup saya lebih
berwarna.
HIDUP ITU BERWARNA
SEPERTI RAINBOW