Sabtu, 21 September 2013

20th JURNEY IS AN EDUCATION

 

Lutfita Intan Maya Saputri. Bagiku, nama ini adalah nama paling indah yang telah diberikan oleh kedua orang tuaku tersayang. Meski terdengar terlalu panjang dan berboros-boros kata tapi nama ini penuh makna. Dulu aku pernah bertanya pada Ibu ku tentang arti nama tersebut. Lutfita adalah nama yang diberikan untuk ku, Intan artinya permata, Maya bermakna tidak diketahui datangnya karena saat itu Ibu tidak tahu waktu usiaku sudah 3 bulan dalam kandungan, dan Saputri karena aku adalah seorang wanita. Keluargaku biasa memanggilku Putri, sementara di sekolah aku lebih sering dipanggil Lutfita.

            Aku terlahir 20 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 3 Mei 1993. Gak disangka ya sudah selama itu aku hidup di dunia yang penuh tantangan, keseruan, kekonyolan, dan liku-liku kehidupan ini. Dua puluh tahun lalu ibuku melahirkan ku setelah sebelumnya tanggal 13 September 1991 dia melahirkan kakakku. Kami lahir di Rumah bersalin yang sama yaitu di Rumah Bersalin Fauziah yang terletak di kelurahan Kutoanyar Kabupaten Tulungagung. Aku lahir pada hari Senin pagi menjelang subuh kira-kira jam 3 pagi dengan normal dan sehat.

Bapakku bernama Rohmat Djunaedi dan Ibuku Wiji Astutik. Anggota keluarga yang lain adalah kakakku bernama Mohammad Awang Hadi Saputra. Nama kami memang dibuat hampir mirip. Aku sering memanggilnya MAS AWANG. Awalnya orang tuaku tinggal de Kelurahan Tertek bersama kakek nenekku. Tapi setelah aku lahir, kami pindah dan tinggal menetap di sebuah rumah sederhana di Desa Tunggulsari Kec.Kedungwaru. Bagiku Tunggulsari adalah sebuah desa yang sangat tentram, nyaman, damai dan penuh kenangan.

  
         

        Bapakku seorang pembuat perhiasan atau orang-orang biasa memanggilnya sebagai buruh kemasan yang bekerja pada salah satu bos di daerah asalnya, Kelurahan Tertek. Sementara Ibu bekerja sebagai seorang penjahit sarung bantal pada bos di daerah Karangwaru. Kini, bapak tidak lagi bekerja di kemasan dan ibu juga tidak lagi bekerja sebagai penjahit sarung bantal. Mereka bekerja sebagai penjahit seragam sekolah dan memiliki beberapa pegawai. Selain itu mereka juga memulai bisnis sebagai petani ikan. Mereka adalah orang tua yang selalu bekerja keras demi anak-anaknya. Meraka yang merawatku dari kecil hingga sebesar ini. Menyekolahkan aku dari kecil hingga kini aku duduk di bangku kuliah dan merupakan “SUPERHERO” paling baik, paling perhatian yang pernah aku temui di dunia

            Tentang perjalanan hidupku, masa kecil aku lalui dengan sangat menyenangkan. Sejak kecil aku dibesarkan bersama kakakku. Jarak usia kami tidak terlalu jauh sehingga aku bisa menganggapnya sebagai kakak maupun teman bermain. Ada pula seorang paman yang usianya hamper sama dengan kami. Namanya Arif. Dia jadi saudara, teman bermain, tetangga, dan keluarga yang paling dekat dengan aku dan keluargaku saat aku masih kecil. Kemana-mana kita bertiga. Hingga kini dia bekerja di Kalimantan kamipun masih sering berhubungan dan bercerita tentang kegiatan kami.

Saat itu di desaku jarang ada anak wanita seusiaku. Hampir semua anak-anak seusiaku adalah laki-laki. Sehingga aku slalu bermain dengan anak laki-laki. Kemanapun kakak ku pergi aku selalu ikut dengannya. Permainan yang kami mainkan masih sangat sederhana seperti kelereng, petak umpet, sepak bola, layang-layang dan masih banyak lagi permaian tradisional lainnya. Teman-teman mainku saat itu Hartono, Riska, Vendik, Yudi, Doni, Nopen, Sony, Tio, Angga,  Geo dan masih banyak lagi.

            Mendekati usia 5 tahun ibuku menyekolahkan aku di salah satu Taman Kanak-Kanak di kelurahan Kepatihan tepatnya di TK PSM yang kurang lebih berjarak 3 km dari rumahku. Aku masih ingat ketika awal pendaftaran aku dibonceng ibu dengan sepeda dan pada saat pulang kakiku terjepit pada roda sepeda. Saat itu aku menangis karena sepatu baruku rusak. Ketika TK aku slalu diantar Bapak dengan motor Vespa kesayangannya dengan setumpuk jahitan dan aku duduk diatas jahitan. Lucu sekali bila mengingat masa itu. Di masa TK aku mulai mengenal teman dari beberapa daerah. Teman dekatku waktu itu bernama Nur. Anaknya kecil dengan rambut yang selalu dipotong pendek. Ibuku dan ibunya sangat dekat. Kita sering bermain bersama dan pulang bersama. Rumahnya tidak jauh dari rumahku.

Yang paling ku ingat ketika masa TK adalah saat aku selalu terlambat masuk sekolah. Waktu itu kelas dimulai jam 8 pagi sementara aku selalu datang jam 8 lebih. Aku lebih memilih untuk melanjutkan melihat kartun Doraemon dari pada bergegas mandi dan bersiap berangkat ke sekolah. Dan gara-gara kartun doraemon ibuku selalu marah-marah padaku tiap pagi.

            TK dilalui selama 2 tahun, 1 tahun untuk kelas nol kecil dan 1 tahun lagi untuk kelas nol besar. Selanjutnya aku melanjutkan SD di SDN Kepatihan 03 yang letaknya tidak jauh dari TK ku. Teman-teman TK ku sebagaian besar melajutkan di SD ini sehingga banyak yang sudah aku kenal, namun ada juga teman-teman baru yang sebagian besar berasal dari daerah sekitar SDku. Masa SD aku lalui selama 6 tahun dengan sangat menyenangkan. Meskipun tidak banyak kejadian yanag bisa diceritakan karena hampir selalu berjalan sama setiap harinya hingga musim-musim mendekati UAN tiba. Selama kelas 6 aku mengikuti banyak dan sering berganti-ganti bimbingan belajar. Pada semester 1 aku mengikuti bimbel di KREATIF, sementara semester berikutnya aku pindah bimbel di rumah Pak.Was salah satu guru di SD faforit di Tulungagung. Dari seringnya berpindah-pindah bimbel tersebut membuatku punya lebih banyak teman dan kenalan yang ternyata menjadi temanku di masa-masa selanjutnya. Selain itu dengan dukungan beberapa bimbel, doa orang tua, guru, teman-teman dan usaha yang keras akhirnya SDku bisa lulus 100% dan aku memperoleh nilai terbaik ke dua saat itu hingga aku bisa masuk SMP faforit di kotaku.

            Dengan nilai UAN yang aku peroleh tersebut aku mencoba untuk daftar di SMP terkemuka di Tulungagung yaitu SMP 1 Tulungagung. Hingga kini aku masih bangga menjadi alumni SMP tersebut. Tiga tahun di SMP tersebut aku lalui dengan sangat menyenangkan dan banyak hal yang merubah aku dari anak biasa menjadi anak luarbiasa. Hehehehe… Aku banyak mengenal teman-teman baru dari segala daerah di Tulungagun, teman-teman dari berbagai golongan, dan tentunya teman-teman yang pintar. Semangat mereka untuk sekolah sangat tinggi. Ada seorang temanku bernama Dewinda yang rela mengayuh sepeda dari Kecamatan Ngantru hingga SMP ku yang letaknya di tengah kota dengan jarak kira-kira 10 km dari rumahnya, serta masih banyak lagi perjuangan teman-teman ku yang kadang membuat aku bersyukur dengan kondisiku saat itu.

Pertama masuk SMP rasanya sangat berbeda. Saat itu tidak banyak orang yang aku kenal. Hanya ada satu teman SD ku yang mendaftar bersamaku bernama Nisaul. Tapi akhirnya kita terpisah karen aku masuk kelas 7A sementara dia masuk kelas 7B. Masa-masa orientasi selalu aku lalui dengan dia. Namun setelah pelajaran aktif beberapa minggu aku mulai mengenal teman-teman kelasku. Waktu itu aku duduk sebangku dengan Rindy yang hingga kini tetap menjadi sahabatku. Setelah Rindy aku juga mulai dekat dengan Dewinda yang juga menjadi sahabatku. Kelas 7 SMP dilalui selama satu tahun dengan sangat menyenangkan dan mengesankan.

 

Masuk kelas 8 aku mulai dekat dengan teman-teman lain yang lebih luas dan akhirnya kami membentuk suatu perkumpulan yang kala itu lebih dikenal dengan julukan UpLukhuTux the genk. Anggotanya sepuluh orang yaitu Aku, Rindy, Winda, Fitri, Laras, Ony, Andres, Khusnul, Fita dan Fenny. Kami sering kumpul bareng tiap pulang sekolah atau janjian main bareng tiap hari minggu. Di kelas 9 kami tetap bersama di kelas yang sama karena ternyata pada angkatan kami tidak diadakan roaling class sehingga kami tetap bersama teman kami sejak kelas 7. Hal yang paling mengesankan selama SMP adalah ketika aku masuk ekstra Pramuka. Awal masuk aku sudah mulai senang dengan ekstrakulikuler yang memiliki banyak prestasi ini. Selain itu aku juga pernah terpilih untuk mewakili sekolah dalam kejuaraan catur tingkat SMP walau tidak menjadi juara. Hal ini karena aku dan Rindy punya hobi yang sama yaitu bermain catur hingga Fitri mendaftarkan kami untuk mengikuti seleksi dan akhirnya kami lolos.

            Lulus dari SMP aku melanjutkan sekolah di SMK. Tepatnya SMK 2 Boyolangu dengan jurusan Tata Busana. Meski awalnya orang tuaku sempat melarang tapi aku tetap bersikeras untuk masuk jurusan itu karena aku menyukai dunai busana sejak kecil. Dari dulu aku sering mendesain baju-baju lebaranku sendiri dan mengumpulkan majalah-majalah busana. Hingga dengan usaha yang cukup melelahkan akhirnya ibuku mengijinkanku untuk masuk pada jurusan Tata Busana dan aku berjanji untuk membanggakan ibuku walau aku hanya masuk jurusan yang biasa saja.

 

Selama di SMK aku mengenal banyak teman baru yang hampir seluruhnya adalah wanita. Maklum saja karena di SMK 2 Boyolangu adalah SMK yang bergerak dalam bidang pariwisata dengn program keahlian Tata Busana, Tata Boga, Kecantikan dan Perhotelan. Tapi dari teman-teman inilah aku memiliki banyak tambahan teman. Tiga tahun di SMK selalu aku lalui bersama teman-teman seperjuanganku. Sahabat-sahabatku seperti Shella, Iis, Pamela, Ujik, Ika, Rina, Lilis, Risky, Triwahyuni, Lusi dan masih banyak lainnya. Kami tergabung dalam satu kelas yaitu kelas Busana Butik 3. Kami sering main bareng tiap pulang sekolah, sering kumpul-kumpul, sering bolos bareng, jajan bareng, pulang bareng dan masih banyak lagi jenis kenakalan yang biasa dilakukan anak-anak seusia SMA lainnya. Hal paling parah yang pernah kita lakukan adalah ketika kita berdemo pada kepala sekolah yang kami kira melakukan korupsi, demo pada biaya sekolah yang mahal dan masih banyak lagi lainnya. Dan hingga kini aku dan teman-teman masih sering tertawa bersama mengenang kejadian tersebut. Apalagi aku yang selalu dijuluki sebagai “anak singa”.

Tidak ada banyak kendala selama aku sekolah di SMK. Sebagian teman-temanku tidak melanjukan sekolah setelah kelas 10 dengan alasan terlau banyak praktek yang mereka tidak bisa melakukan. Sementara aku memiliki keinginan. Pada saat itu ake sempat  karena orang tuaku memang seorang penjahit sejak dulu. Sehingga aku memiliki modal alat yang lebih lengkap dan pengetahuan yang lebih beragam dibandingkan dengan teman-teman sehingga aku sering mendapat nilai bagus di SMK. Hingga akhirnya aku mendapat peringkat yang baik ketika kelulusan yaitu nilai terbaik untuk ujian praktek dan nilai terbaik UN dan aku sudah membuktikan pada orang tuaku kalau aku bisa membanggakan mereka.

Masa SMK ku tidak hanya aku habiskan dengan teman-teman satu SMK ku saja. Di SMK aku juga aktif dalam ekstra Pramuka. Ektra Pramuka membuat masa SMK ku lebih berwarna. Aku mengenal arti pertemanan yang sebenarnya, arti kehidupan, kebersamaan, kekeluargaan, dan banyak lagi pelajaran yang aku peroleh dari kegiatan-kegiatan pramuka yang aku ikuti. Dan tentunya banyak kenangan bersama teman-teman dan sahabat-sahabatku.

            Dalam ekstra pramuka setiap tahunnya banyak program kerja yang kami laksanakan. Program kerja tersebut seperti MOG, Buka Bersama, penempuhan badge ambalan, perkemahan wisata, Wide game, Mustegak, dan beberapa kegiatan lain. Dari beberapa program kerja tersebut ada 3 proker yang dilakukan secara gabungan dengan SMK 3 Boyolangu yaitu Perkemahan Wisata (PERMATA), buka bersama dan Wide Game.

            Banyak hal yang baru yang aku dapat dari ekstra pramuka ini. Pada kelas 10 aku mulai ikut pramuka dengan alas an ingin melanjutkan apa yang aku peroleh dari Pramuka di SMP ku dulu. Dari itu aku mengenal banyak teman yang sekarang menjadi teman dekatku. Mereka Devi atau yang sering aku panggil Mamenk,teman dari jurusan kecantikan rambut yang sekarang kuliah di UNESA, Lia Chik yang sekarang jadi teman satu kost dan teman seperjuangan ku selama di Malang, Farida teman dari jurusan Jasa Boga yang yang paling pinter masak diantara kami, Sofi, Risky dan masih banyak lagi lainnya.

 

            Ditambah pengalaman mengikuti kegiatan Pramuka dengan teman-teman ekstra Pramuka dari SMK 3 yang lebih sering disebut FILA. Awal mengenalmereka pada kegiatan buka bersama gabungan pada kelas 10 dimana aku menjadi peserta. Gak banyak yang aku lakukan saat itu. Lalu kegiatan selanjutnya sebagai peserta Wide Game gabungan yang diadakan sehari semalam bertempat di lapangan SMK3. Peserta datang pukul 3 dilanjutkan kegiatan perekalan dan beberapa kegiatan lain. Hari berikutnya tepatnya hari minggu kami digabungkan menjadi 5 kelompok. Reguku Golf dengan ketua bernama Anggi atau teman-teman memangginya dengan julukan “Kancil” yang bersala dari FILA dan anggota Azizatul, Mamenk, dan beberapa teman lain. Kami melakukan perjalanan penuh petualangan. Seru….. main di sawah, renang di sungai. Pada tahun berikutnya diadakan reorganisai gugus depan (Mustegak) dimana aku terpilih sebagai kerani II. Lalu kami menjadi panitia tiap kagiatan-kegiatan Pramuka selama 1 tahun kedepan.

            Selama menjadi panitia kegiatan banyak hal yang aku dapatkan. Terutama pada panitia kegiatan gabungan Permata dan Wide game. Permata tahun 2011 diadakan di Kec.Tanggung gunung selama 4 hari 3 malam. Selama disana aku merasa punya banyak teman yang menyenangkan. Kita menghabiskan hari-hari bersama, makan bareng, berpetualang, jalan-jalan, mendaki gunung lewati lembah dan berbagai hal yang menyenangkan lainnya. Hingga malam terakhir tiba dan kita menangis bersama disamping api unggun dan menjadikan ini semua sebagai kenangan yang tidak dapat dilupakan. Kegiatan gabungan yang lain yaitu Wide game yang diadakan di Ds.Junjung, Boyolangu. Kegiatan dilakukan dengan perkemahan sehari semalam yang dilanjutkan dengan kegiatan jelasah dan permainan. Pramuka mengajarka aku banyak hal dan mengenalkan aku dengan orang-orang hebat yang kini menjadi teman dekatku. Bahkan kini setelah aku lulus dari SMK kita masih sering berhubungan dan mengadakan kegiatan tiap tahunnya.

            Lulus dari SMK aku berniat melanjutkan kuliah. Awalnya aku ingin sekali meneruskan pendidikan ke UNESA. Namun SNMPTN undanganku memaksaku untuk menerima kenyataan bahka aku harus kuliah di Malang tepatnya di UM pada Jurusan Teknologi Industri. Awalnya aku sempat kecewa tapi akhirnya aku kuatkan diri untuk tetap melanjutkan kuliah dimanapun tempatnya demi masa depanku. Di bangku oerkuliahan temanku bertambah dariseluruh penjuru Indonesia. Ada yang dari Bandung, Madura, Pekalongan, bahkan yang dekat dengan Tulungagung sekalipun yaitu Blitar dan Trenggalek. Kami berkumpul di dalam Offering B S1 pendidikan Tata Busana. Aku mulai belajar hidup jauh dari orang tua, hidup mandiri dan belajar tentang kedewasaan hingga kini aku menjadi mahasiswa semester 3. Aku berharap nanti bias lulus tepat waktu dan memperoleh pekejaan yang aku harapkan sebagai guru ataupun designer serta nanti mampu membahagiakan dan membalas kebaikan orang tuaku. Amin..

Inilah perjalanan hidupku yang bagiku sangat menyenangkan. Meski sering juga merasa sedih dengan sulitnya hidup tapi banyak orang, teman, keluarga yang menguatkan. Perjalanan hidup adalah sebuah pelajaran yang tidak ternilaiharganya. Terimaksih untuk seluruh teman, keluarga, sahabat, lawan yang sudah membuat hidup saya lebih berwarna. 

 

HIDUP ITU BERWARNA SEPERTI RAINBOW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar